Pengembangan kawasan yang beroientasi transit atau disebut dengan TOD menjadi salah satu strategi peningkatan mobilitas masyarakat terutama di perkotaan, dengan berdasarkan prinsip aksesibilitas pejalan kaki sebagai kunci utama keberhasilan pengembangan area TOD. Menggunakan metode kuantitaif deskriptif, mengolah data melalui analisis spasial dengan bantuan software QGIS. Adapun hasi dari penelitian bahwa nilai presentase panjang atau ketersediaan trotoar pada kawasan Stasiun Surabaya Kota adalah 29% = 8.227 km, akan tetapi memiliki panjang trotoar yang belum terbangun tinggi yaitu 71% = 19.799 km, yang menunjukkan kondisi infrastruktur yang kurang mendukung mobilitas pejalan kaki di area simpul transportasi utama ini. Maka rekomendasi yang tepat untuk penelitian ini, antara lain: membangun jaringan pejalan kaki yang menyambung, memperlebar trotoar, memperbaiki permukaan, dan menambah fasilitas pendukung.
Copyrights © 2026