Limbah pertanian dan perkebunan seperti limbah bambu (Bambusa Vulgaris Schrad) dan cangkang buah karet (Hevea Brasiliensis) memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis . Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas briket arang dari kedua bahan baku tersebut dengan variasi penambahan minyak jelantah yang mengacu pada standar SNI 01-6235-2000. Briket dibuat dari sampel bambu dari Pasar Segiri Samarinda dan cangkang buah karet dari PT. x, melalui proses pirolisis pada suhu sekitar 600°C untuk menghasilkan arang, penghalusan, pencampuran dengan perekat tepung tapioka sebanyak 10% massa briket, penambahan minyak jelantah pada variasi 0%, 10%, 15%, dan 20%, pencetakan briket, serta pengeringan alami. Komposisi penyusun diuji meliputi rasio(%) 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100 (bambu:cangkang). Briket yang dihasilkan menunjukkan hasil yang terbaik pada penggunaan minyak jelantah sebesar 15 % yaitu nilai kalor 8551 cal/gr (A1), Kadar Air 2,43% (C2), Kadar Abu 3,55% (C2), sedangkan dua parameter lainnya yaitu Volatil Matter dan Fixed Karbon tidak ada yang memenuhi di semua variasi.
Copyrights © 2026