Dinamika pendidikan Islam pada periode 2020β2025 menghadapi tantangan transformasi digital dan transisi kurikulum yang signifikan. Meskipun pembelajaran fiqih memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter siswa, praktiknya di lapangan seringkali masih terjebak dalam metode tekstual-normatif yang berorientasi pada hafalan. Terdapat kesenjangan antara percepatan inovasi teknologi (seperti AI dan Madrasah Digital) dan masalah mendasar para pendidik yang terus berulang. Studi ini menggunakan metode Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) dengan protokol PRISMA. Data dikumpulkan dari basis data Google Scholar, SINTA, PoP, dan Garuda untuk periode 2020β2025. Dari 100 artikel yang diidentifikasi, 20 artikel relevan dipilih untuk diekstraksi menggunakan analisis bibliometrik dan teknik meta-sintesis tematik. Temuan menunjukkan evolusi masalah yang paradoks; Di satu sisi, terjadi peningkatan integrasi teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI), tetapi di sisi lain, terjadi pengulangan masalah mendasar yang berkaitan dengan rendahnya kompetensi pedagogis guru dan literasi digital. Secara epistemologis, pembelajaran fiqih masih berjuang untuk menjembatani kesenjangan antara kajian klasik dan pendekatan modern yang kritis dan reflektif. Sebagai solusi, studi ini menawarkan rekonstruksi model konseptual melalui integrasi pilar Bayani, Burhani, dan Irfani untuk membentuk karakter Ulul Albab, yang memiliki keseimbangan intelektual dan spiritual dalam menanggapi tantangan zaman.
Copyrights © 2026