Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan literasi sains dan aktivitas siswa antara pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi literasi sains–literasi halal dan pembelajaran konvensional, serta menguji besarnya efek intervensi terhadap hasil belajar siswa pada materi filtrasi air. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental nonequivalent control group dengan pendekatan mixed methods. Sampel terdiri atas 60 siswa kelas X yang dibagi ke dalam kelas eksperimen (n=30) dan kelas kontrol (n=30). Data dikumpulkan melalui pretest-posttest, angket aktivitas siswa, observasi, dan wawancara. Analisis kuantitatif meliputi N-Gain, uji t independen, paired sample t-test, dan effect size (Cohen’s d), sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, display, dan verifikasi data. Hasil menunjukkan peningkatan literasi sains kelas eksperimen (N-Gain=0,62) lebih tinggi dibanding kontrol (0,34). Uji t independen menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p<0,05), sedangkan effect size menunjukkan pengaruh intervensi berada pada kategori besar (d=0,81). Aktivitas siswa pada kelas eksperimen juga lebih tinggi (87,3%) dibanding kontrol (67,6%). Temuan kualitatif menguatkan bahwa integrasi literasi halal membuat siswa lebih mampu mengaitkan konsep filtrasi dengan konteks ilmiah dan nilai thayyib. Dengan demikian, model PjBL terintegrasi literasi sains dan halal efektif meningkatkan literasi sains dan aktivitas siswa secara signifikan.
Copyrights © 2026