Perkembangan teknologi digital dalam lingkungan pendidikan tinggi meningkatkan intensitas penggunaan sistem informasi akademik, media sosial, serta berbagai platform digital yang melibatkan pengolahan data pribadi mahasiswa. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru terkait kesadaran privasi dan etika sistem informasi dalam membentuk perilaku perlindungan data pribadi di kalangan mahasiswa sebagai pengguna aktif teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kesadaran privasi dan etika sistem informasi dalam memengaruhi perilaku perlindungan data pribadi mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 360 mahasiswa aktif di Kota Palembang. Model penelitian dikembangkan dengan mengadopsi Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas dengan variabel eksternal, yaitu pengetahuan privasi, pengalaman ancaman siber, preferensi terhadap fitur keamanan, serta intensitas penggunaan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran privasi dan etika sistem informasi berperan signifikan dalam membentuk persepsi kegunaan, sikap, dan niat perilaku mahasiswa terhadap perlindungan data pribadi. Namun demikian, perilaku aktual dalam melindungi data pribadi hanya dapat dijelaskan secara moderat (R² = 0.293), yang mengindikasikan adanya fenomena privacy behavior gap, yaitu kesenjangan antara kesadaran privasi dan praktik perlindungan data dalam aktivitas digital sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan model perilaku perlindungan data dengan menempatkan kesadaran privasi dan etika sistem informasi sebagai determinan utama dalam kerangka TAM yang diperluas, serta memberikan implikasi bagi penguatan literasi privasi dan etika digital di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026