Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses konstruksi identitas diri mahasiswa dengan kepribadian ambivert dalam konteks pergaulan sebaya di lingkungan kampus. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif individu dalam memaknai interaksi sosial yang mereka jalani. Partisipan penelitian terdiri dari tiga mahasiswa yang memiliki karakteristik ambivert, dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi identitas diri mahasiswa ambivert ditandai oleh fleksibilitas dalam berperilaku sosial, kesadaran terhadap energi sosial, serta kemampuan refleksi diri. Selain itu, pergaulan sebaya berperan sebagai ruang penting dalam proses pembentukan identitas melalui dukungan sosial, interaksi, dan pengalaman bersama. Mahasiswa ambivert mampu menyeimbangkan kebutuhan untuk bersosialisasi dan kebutuhan akan waktu pribadi. Dengan demikian, identitas diri terbentuk secara dinamis melalui interaksi antara faktor internal dan eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika identitas diri mahasiswa ambivert dalam konteks sosial kampus.
Copyrights © 2026