Ketersediaan pakan alami yang berkualitas merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei), terutama pada fase larva yang masih membutuhkan pakan berukuran kecil, mudah dicerna, dan bernilai nutrisi tinggi. Artemia dan Thalassiosira sp. digunakan sebagai pakan alami karena memiliki kandungan nutrisi yang mendukung pertumbuhan serta kelangsungan hidup larva udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik kultur Artemia dan Thalassiosira sp. sebagai pakan alami larva udang vaname di PT. Suritani Pemuka (STP) Banyuwangi, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama Praktik Kerja Lapang 1, pengambilan data primer melalui pengamatan proses kultur, pengukuran kualitas air, penghitungan daya tetas Artemia (hatching rate), dan penghitungan kepadatan sel Thalassiosira sp. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kultur Artemia dengan metode non-dekapsulasi pada salinitas 33–34 ppt, suhu 26–27°C, dan pH 7,9–8,46 menghasilkan daya tetas sebesar 86–90%. Pada kultur Thalassiosira sp., kualitas air yang terjaga pada kisaran salinitas 29–30 ppt, suhu 20–31°C, pH 8,1–8,7, dan intensitas cahaya 2.000–5.000 lux mendukung pertumbuhan mikroalga dengan kepadatan rata-rata pada skala laboratorium 46,6×10⁴ sel/mL, 52,8×10⁴ sel/mL, dan 67,6×10⁴ sel/mL, serta pada skala intermediate dan massal masing-masing 16,9×10⁴ sel/mL dan 13,1×10⁴ sel/mL. Kesimpulannya, teknik kultur Artemia dan Thalassiosira sp. yang dilakukan di PT. Suritani Pemuka efektif sebagai penyedia pakan alami larva udang vaname, dengan keberhasilan kultur sangat dipengaruhi oleh kualitas air, cahaya, dan tahapan pemeliharaan yang tepat.
Copyrights © 2025