Priati, Dara Hayuning
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

POLA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT. PYRAMIDE PARAMOUNT INDONESIA, PANDEGLANG, BANTEN. Priati, Dara Hayuning; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20486

Abstract

Kegiatan usaha budi daya udang merupakan proses produksi yang memerlukan kendali dan keberhasilannya sangat bergantung pada faktor teknis dan nonteknis. Permasalahan yang sering dikeluhkan para pembudidaya udang vaname ialah kualitas pakan dan kuantitas pakan yang diberikan hingga pola pertumbuhan yang kurang efektif.oleh karena itu,perlu diambil langkah – langkah untuk melihat pola pertumbuhan panjang dan bobot udang vaname. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 september 2024 – 7 desember 2024 yang berlokasi Di Pyramide Paramount Indonesia, Pandeglang,Banten. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu skunder dan primer. Analisis yang digunakan yaitu menentukan FCR,SR,Laju pertumbuhan,dan hubungan panjang dan berat. Kolam G7 0,05 gram/hari nya namun pada DOC 67 menurun disebabkan sebagian terkena penyakit myo yang berakibat udang memiliki kualitas yang buruk.Dapat dilihat SR  yang terdapat pada kolam G7 yaitu 58,7% ,memiliki sr rendah diakibatkan dari padat tebar yang tinggi sehingga sulit untuk kehidupan bagi udang. Hubungan panjang berat pada pola pertumbuhan udang vaname memiliki nilai <b yang dalam artian allometrik negatif (pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat). kolam G7 0,05 gram/hari nya namun pada DOC 67 menurun disebabkan sebagian terkena penyakit myo.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN LELE (Clarias gariepenus) DI BALAI PENGUJIAN KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN SERANG, BANTEN A'rifin, Nur Maulia; Priati, Dara Hayuning; Safitri, Nur Maulida; Suhermanto, Achmad
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20488

Abstract

Pada tahun 2021 produksi ikan lele di Indonesia mencapai 1.04 ton dan ekspor ikan lele mencapai 2.520 ton (Statistik KKP, 2021). Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah melalui sistem budi daya secara intensif. Sehingga penerapan intensifikasi budi daya rentan terhadap serangan penyakit dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi (Ulkhaq et al., 2014). Hal ini sesuai dengan pernyataan Swann dan White (1984) dalam Muslikha et al., (2016), Ikan lele yang terinfeksi A.hydrophila memiliki banyak gejala yang berbeda. Ini berkisar dari kematian mendadak pada ikan sehat kurangnya nafsu makan, berenang kelainan, insang pucat, kembung penampilan, dan kulit ulserasi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli - 14 September 2024 yang berlokasi di Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten. Metode pengambilan data yang digunakan pada saat penelitian yaitu menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Menunjukkan bahwa sampel dengan kode kontrol memiliki hasil positif pada organ hati dan ginjal serta pada kode 108 hasil positif terdapat pada organ otot dengan hasil karakterisasi berupa bakteri Gram negatif, bersifat beta (β) hemolisa, berbentuk basil pendek berwarna merah muda, bersifat motil, positif rimmler shotts, oksidase positif, katalase positif, tumbuh pada NaCl 0,5% dan 3%, dan bersifat fermentatif. Ikan lele (Clarias gariepenus) yang terinfeksi A.hydrophila memiliki gejala klinis,dan A.hydrophila yang menginfeksi ikan lele setelah diuji biokimia menghasilkan karakteristik berupa bakteri Gram negatif, bersifat beta (β) hemolisa, berbentuk basil pendek berwarna merah muda, bersifat motil, positif rimmler shotts, oksidase positif, katalase positif, tumbuh pada NaCl 0,5% dan 3%, dan bersifat fermentatif
TEKNIK KULTUR Artemia dan Thalassiosira sp SEBAGAI PAKAN ALAMI LARVA UDANG VANAME (Litopanaeus Vannamei) Di PT. SURITANI PEMUKA (STP) BANYUWANGI, JAWA TIMUR Kurniawan, Dafa Aby Yudha; Priati, Dara Hayuning; Prabowo, Guntur; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20491

Abstract

Ketersediaan pakan alami yang berkualitas merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei), terutama pada fase larva yang masih membutuhkan pakan berukuran kecil, mudah dicerna, dan bernilai nutrisi tinggi. Artemia dan Thalassiosira sp. digunakan sebagai pakan alami karena memiliki kandungan nutrisi yang mendukung pertumbuhan serta kelangsungan hidup larva udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik kultur Artemia dan Thalassiosira sp. sebagai pakan alami larva udang vaname di PT. Suritani Pemuka (STP) Banyuwangi, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama Praktik Kerja Lapang 1, pengambilan data primer melalui pengamatan proses kultur, pengukuran kualitas air, penghitungan daya tetas Artemia (hatching rate), dan penghitungan kepadatan sel Thalassiosira sp. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kultur Artemia dengan metode non-dekapsulasi pada salinitas 33–34 ppt, suhu 26–27°C, dan pH 7,9–8,46 menghasilkan daya tetas sebesar 86–90%. Pada kultur Thalassiosira sp., kualitas air yang terjaga pada kisaran salinitas 29–30 ppt, suhu 20–31°C, pH 8,1–8,7, dan intensitas cahaya 2.000–5.000 lux mendukung pertumbuhan mikroalga dengan kepadatan rata-rata pada skala laboratorium 46,6×10⁴ sel/mL, 52,8×10⁴ sel/mL, dan 67,6×10⁴ sel/mL, serta pada skala intermediate dan massal masing-masing 16,9×10⁴ sel/mL dan 13,1×10⁴ sel/mL. Kesimpulannya, teknik kultur Artemia dan Thalassiosira sp. yang dilakukan di PT. Suritani Pemuka efektif sebagai penyedia pakan alami larva udang vaname, dengan keberhasilan kultur sangat dipengaruhi oleh kualitas air, cahaya, dan tahapan pemeliharaan yang tepat.
PEMBUATAN PAKAN APUNG IKAN PATIN (Pangasius sp.) DI CV. KRESINDO AULIA MANDIRI TULUNGAGUNG Rifqi, Achmad Taufiq; Priati, Dara Hayuning; Suhermanto, Achmad; Ramli, Taufik Hadi
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20490

Abstract

Patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu komoditas air tawar skala industri, karena teknologinya dari segi benih, pembesaran, pakan, dan pengolahannya dikuasai serta perlu dikembangkan. Pakan komersial menjadi komponen utama biaya produksi dalam budidaya ikan, dan menjadi masalah utama yang dihadapi pembudidaya ikan dari aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara pembuatan pakan apung ikan patin di CV. Kresindo Aulia Mandiri. Observasi langsung dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan pakan. Pengujian pakan apung dilakukan dengan uji proksimat dan uji fisik pakan. Pengujian fisik pakan meliputi pengujian warna, bau, lama mengapung, kecepatan tenggelam, dan daya apung. Proses produksi pakan apung ikan patin meliputi persiapan bahan, formulasi pakan, penepungan, penimbangan, pencampuran, pencetakan, pengeringan, pelapisan minyak, pendinginan, pengayakan, pengemasan dan penyimpanan. Hasil penelitian pembuatan pakan apung ikan patin diperoleh komposisi protein 25.85%, abu 6.86%, lemak 5.35%, serat 7.23% dan air 11.13%. Pakan apung memiliki warna coklat kehitaman, bau menyengat, lama mengapung 453 menit, kecepatan tenggelam 1.05 cm/detik, daya apung 100% dan pakan hancur di dasar pada menit 482.
PENGARUH PARAMETER KUALITAS AIR TERHADAP POLA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI CV.TAMBAK UDANG KOPERASI TNI AU CIKALAPA,CIANJUR , JAWA BARAT. Priati, Dara Hayuning; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20487

Abstract

Udang merupakan komoditas perikanan unggulan dalam program revitalisasi perikanan selain rumput laut dan tuna (Rama Putra dan Abdul Manan, 2014). Melakukan pengendalian kualitas udara menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan petambak untuk meningkatkan produksi udang vaname .Metode yang digunakan dapat mempertimbangkan berdasarkan faktor fisika,dan kimia seperti kegiatan pemantauan, pengelolaan kualitas udara, dan pengolahan jika terdapat penyimpangan parameter kualitas udara dari nilai optimalTeknik pengumpulan data nya yang digunakan yaitu data primer,wawancara,dan observasi. Dan analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif,analisis korelasi,analisis regresi,dan hubungan panjang dan berat.Berdasarkan hasil korelasi pearson ke 7 parameter kualitas udara di CV.Tambak Udang TNI AU Cikalapa berlawan memiliki korelasi yang tidak signifikan. dapat diketahui bahwa hasil regresi hubungan panjang dan berat pada udang vaname memiliki persamaan regresi y 3,1896 x 0,0721 dengan koefisien determinasi R² 0,0487 .Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai b3 dapat diartikan pola pertumbuhan adalah allometrik negatif, dimana pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan beratDapat diketahui tingkat korelasi antara parameter kualiatas udara dengan sejenisnya memiliki keterkaitan sangat erat dan memiliki nilai 1 , Hubungan Pola pertumbuhan panjang berat dapat diketahui dari hasil regresi bahwasannya memiliki hubungan alometrik negatif ,dan Dari hasil regresi parameter yang mempengaruhi pertumbuhan panjang udang suhu dan DO dengan nilai koefiensi suhu (3,9%),dan DO (2,5%).
FORMULASI PAKAN UNTUK KEBUTUHAN NUTRISI KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDI DAYA AIR PAYAU (BBPBAP) JEPARA Mubtadin, Tahbilal; Priati, Dara Hayuning; Ramli, Taufik Hadi; Suhermanto, Achmad
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20493

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan dari kelompok krustase yang memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Saat ini, sebagian besar produksi kepiting bakau dihasilkan melalui penangkapan di alam (Syah et al., 2024). Permasalahan yang sering dialami dalam budidaya kepiting bakau adalah ketersediaan benih, ketersediaan pakan, kualitas media budi daya dan molting (Khairunnisa et al., 2023). Penelitian ini akan dilaksanakan mulai tanggal 29 Juli 16 September 2024 yang berlokasi di Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara menggunakan analisis data uji kimia,uji fisika,uji biologis dengan metode pengumpulan data primer dan skunder. Hasil dari Uji proksimat dari setiap perlakuan yang diberi kode huruf. Huruf A untuk protein 35.10%, huruf B untuk protein 45.34%. Hasil analisis uji fisik yang dilakukan pada pakan dengan protein berbeda yaitu protein 35.10% dan protein 45.34%. hasil uji biologis dari pakan buatan berbahan baku lokal dengan protein berbeda pada parameter daya pikat didapatkan nilai tercepat mendapatkan respon dari kepiting adalah pada perlakuan B waktu ke 73 menit dengan daya lezat sebesar 4 g dari 14 g. Sedangkan yang terlama mendapatkan respon dari kepiting adalah perlakuan A pada waktu 97 menit dengan daya lezat sebesar 7 g dari 14 g. simpulan Dari kesimpulan ini hasil pada pembuatan formulasi pakan dengan frekuensi protein yang berbeda menujukan bahwa formulasi pakan dilakukan dengan memperhitungkan kebutuhan nutrisi yang tepat.