Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) merupakan komoditas ikan laut yang memiliki nilai jual tinggi.Pemeliharaan larva kerapu bebek merupakan tahap krusial dalam produksi benih karena tingkat kelangsungan hidup pada fase awal sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis pemeliharaan larva meliputi penyiapan wadah,pemberian pakan alami secara bertahap dan pengelolaan kuaitas udara. Pada CV. Majaqueen, budidaya dimulai dari penebaran telur dengan jumlah total 419.710. Telur yang menetaskan larva menjadi ditebar dengan kepadatan 30-50 ekor L. Selanjutnya dipindahkan ke wadah pemeliharaan larva berukuran 4 x 2,5 x 1,2 m dan volume udara dalam wadah pemeliharaan yaitu 13 mĘ’ dengan total larva 313.160 yang ditebar dalam bak pemliharaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai derajat penetasan telur (Hatching Rate) adalah sebesar 74,61% dengan nilai sintasan (Survival Rate) larva sebesar 9,85%. Selain itu hasil pengukuran kualitas udara menunjukkan nilai pH 7,8-9,2, Salinitas 31-34, Suhu 29-31. Hasil pemeliharan menunjukkan bahwa penerapan manajemen pakan yang tepat seperti penggunaan Nannocloropsis sp. Rotifera (Brachionus sp.) dan Artemia sp., serta kestabilan kualitas udara, mampu meningkatkan sintasan dan kualitas benih yang dihasilkan. Secara keseluruhan, pemeliharaan larva kerapu bebek yang terkelola dengan baik menjadi kunci keberhasilan proses budidaya dan mendukung ketersediaan benih.
Copyrights © 2026