Udang merupakan komoditas perikanan unggulan dalam program revitalisasi perikanan selain rumput laut dan tuna (Rama Putra dan Abdul Manan, 2014). Melakukan pengendalian kualitas udara menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan petambak untuk meningkatkan produksi udang vaname .Metode yang digunakan dapat mempertimbangkan berdasarkan faktor fisika,dan kimia seperti kegiatan pemantauan, pengelolaan kualitas udara, dan pengolahan jika terdapat penyimpangan parameter kualitas udara dari nilai optimalTeknik pengumpulan data nya yang digunakan yaitu data primer,wawancara,dan observasi. Dan analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif,analisis korelasi,analisis regresi,dan hubungan panjang dan berat.Berdasarkan hasil korelasi pearson ke 7 parameter kualitas udara di CV.Tambak Udang TNI AU Cikalapa berlawan memiliki korelasi yang tidak signifikan. dapat diketahui bahwa hasil regresi hubungan panjang dan berat pada udang vaname memiliki persamaan regresi y 3,1896 x 0,0721 dengan koefisien determinasi R² 0,0487 .Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai b3 dapat diartikan pola pertumbuhan adalah allometrik negatif, dimana pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan beratDapat diketahui tingkat korelasi antara parameter kualiatas udara dengan sejenisnya memiliki keterkaitan sangat erat dan memiliki nilai 1 , Hubungan Pola pertumbuhan panjang berat dapat diketahui dari hasil regresi bahwasannya memiliki hubungan alometrik negatif ,dan Dari hasil regresi parameter yang mempengaruhi pertumbuhan panjang udang suhu dan DO dengan nilai koefiensi suhu (3,9%),dan DO (2,5%).
Copyrights © 2025