Perkembangan teknologi digital telah melahirkan bentuk interaksi sosial baru di kalangan mahasiswa, salah satunya melalui permainan Mobile Legends: Bang Bang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dimensi modal sosial berupa kepercayaan (trust), norma timbal balik (reciprocity), dan jaringan sosial (networks) terbentuk melalui interaksi mahasiswa dalam permainan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 9 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa angkatan 2023 yang aktif bermain Mobile Legends. Analisis data menggunakan model interaktif dari Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bermain Mobile Legends menjadi ruang interaksi sosial yang memunculkan tiga dimensi modal sosial. Kepercayaan terbentuk melalui kerja sama tim, komunikasi, dan konsistensi peran pemain. Norma timbal balik muncul melalui praktik saling membantu dan dukungan antaranggota tim. Sementara itu, jaringan sosial berkembang melalui interaksi berulang yang memperkuat hubungan antar mahasiswa, yang tercermin dalam terbentuknya bonding social capital di antara mahasiswa satu program studi serta bridging social capital dengan pemain dari luar kampus. Temuan ini menunjukkan bahwa Mobile Legends tidak hanya berfungsi sebagai hiburan digital, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial yang mendorong solidaritas dan kerja sama di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026