Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi mahasiswa perantau di FKIP Untirta dalam membangun identitas diri di lingkungan kampus yang baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga mahasiswa perantau dari luar Provinsi Banten sebagai informan, yaitu K, B, dan I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai tantangan adaptasi yang bersifat multidimensional, meliputi perbedaan bahasa, gaya komunikasi, pola interaksi sosial, kondisi lingkungan, serta tuntutan akademik. Tantangan tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyesuaikan perilaku, tetapi juga menafsirkan pengalaman sosial yang mereka alami. Dengan mengacu pada teori Negosiasi Identitas oleh Stella Ting-Toomey, penelitian ini menemukan bahwa pembentukan identitas diri terjadi melalui proses pemaknaan pengalaman, adaptasi perilaku, serta negosiasi identitas dalam interaksi lintas budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas diri mahasiswa perantau terbentuk melalui proses adaptasi sosial-budaya yang dinamis di lingkungan kampus.
Copyrights © 2026