Fenomena married is scary mencerminkan perubahan persepsi generasi muda terhadap pernikahan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fenomena tersebut sebagai faktor yang memperkuat penurunan nuptialitas dan fertilitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif untuk memahami pertimbangan individu dalam mengambil keputusan terkait pernikahan dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap pernikahan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, paparan media sosial, dan perubahan nilai. Ketidakstabilan finansial mendorong individu menunda pernikahan, sementara media sosial membentuk persepsi yang menekankan risiko dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, generasi muda cenderung memprioritaskan kesiapan diri serta kualitas hidup sebelum menikah. Kondisi ini meningkatkan kecenderungan penundaan pernikahan yang berdampak pada menurunnya angka kelahiran. Dengan demikian, fenomena married is scary tidak menjadi penyebab utama, tetapi berperan sebagai faktor yang memperkuat tren penurunan nuptialitas dan fertilitas di Indonesia.
Copyrights © 2026