Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya tata kelola ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal yang dikelola secara partisipatif. Pasar Sayur Pacet merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempertemukan pengelola BUMDes, pedagang, pembeli, dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial dalam tata kelola ekonomi desa melalui pengelolaan Pasar Sayur Pacet berbasis BUMDes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola BUMDes, pedagang Pasar Sayur Pacet, pembeli, serta tokoh masyarakat atau perangkat desa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola Pasar Sayur Pacet terbentuk melalui interaksi sosial antara BUMDes, pedagang, dan pembeli. BUMDes berperan dalam menata pasar melalui sistem sewa, pembagian lokasi, iuran kebersihan, aturan paguyuban, dan pengaturan jam operasional. Sementara itu, pedagang dan pembeli membentuk praktik ekonomi lokal melalui kepercayaan, pelayanan, kualitas barang, serta hubungan sosial yang berlangsung secara terus-menerus. Maka dari itu, tata kelola Pasar Sayur Pacet tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan hasil konstruksi sosial masyarakat lokal.
Copyrights © 2026