Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Epistimologi Pendidikan Nilai Dan Hubungan Kemanusiaan Dalam Pendidikan Maghfiroh, Anis; Mukh Nursikin
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nxxvjt35

Abstract

Humanitarian values ​​education is a learning approach that focuses on strengthening students' character through simple, meaningful habits, such as praying together, sitting quietly, telling stories, and singing. These habits are not only routine but also a means of forming attitudes and behaviors rooted in humanitarian values. Through these activities, students are trained to cultivate spiritual, emotional, and social awareness that will shape individuals with character. At Sekolah Insan Teladan, humanitarian values ​​education is implemented by emphasizing five main principles that form the basis of education: truth, virtue, peace, compassion, and freedom from violence. The principle of truth encourages students to be honest and consistent in all their actions. Virtue fosters caring and kindness towards others, while peace emphasizes the importance of living in harmony and avoiding conflict. Compassion trains students to have empathy, understand others' feelings, and foster a spirit of mutual assistance. Meanwhile, the principle of freedom from violence teaches respect for differences and the importance of resolving problems peacefully. The results of this study indicate that humanitarian values ​​education can bring about positive changes in students, both in their mindsets, attitudes, and daily behavior. A good education ultimately contributes significantly to shaping the nation's next generation with morals, ethics, and culture. One of the essential goals of education is to foster mental change for the better. Therefore, character education based on humanitarian values ​​is a fundamental necessity in the educational world to produce a generation that is intelligent, moral, and compassionate. Abstrak Pendidikan nilai-nilai kemanusiaan merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penguatan karakter peserta didik melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang penuh makna, seperti berdoa bersama, duduk tenang, bercerita, dan menyanyi. Kebiasaan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan sikap dan perilaku yang berakar pada nilai kemanusiaan. Melalui aktivitas tersebut, siswa dilatih untuk menumbuhkan kesadaran spiritual, emosional, dan sosial yang akan membentuk pribadi berkarakter. Di Sekolah Insan Teladan, pendidikan nilai-nilai kemanusiaan dijalankan dengan menekankan lima prinsip utama yang menjadi dasar pendidikan, yaitu kebenaran, kebajikan, kedamaian, belas kasihan, dan bebas dari kekerasan. Prinsip kebenaran mendorong siswa untuk bersikap jujur dan konsisten dalam setiap tindakan. Kebajikan menumbuhkan sikap peduli dan berbuat baik kepada sesama, sedangkan kedamaian menekankan pentingnya hidup rukun serta menghindari konflik. Belas kasihan melatih siswa untuk memiliki empati, memahami perasaan orang lain, dan menumbuhkan sikap tolong-menolong. Sementara itu, prinsip bebas dari kekerasan mengajarkan penghargaan terhadap perbedaan serta pentingnya menyelesaikan masalah dengan cara damai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan nilai-nilai kemanusiaan mampu membawa perubahan positif dalam diri peserta didik, baik dalam pola pikir, sikap, maupun perilaku sehari-hari. Pendidikan yang baik pada akhirnya memberikan kontribusi besar dalam membentuk generasi penerus bangsa yang bermoral, berakhlak, dan berbudaya. Salah satu tujuan penting pendidikan adalah mendorong perubahan mental ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kemanusiaan merupakan kebutuhan mendasar dalam dunia pendidikan untuk mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan saling mencintai.
Penerapan Customer Relationship Management (CRM) dan Segmenting Targeting Positioning (STP) Pada Sistem Informasi Pemasaran Digital Produk Janshine Shampoo Berbasis Media Sosial Maghfiroh, Anis; Rahayu, Slamet; Adaninggar, Ari; Nugraha, Fajar
Jurnal SITECH : Sistem Informasi dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): JURNAL SITECH VOLUME 8 NO 1 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/sitech.v8i1.15304

Abstract

Pemasaran digital melalui media sosial telah merevolusi promosi produk, mendorong perusahaan mengadopsi Customer Relationship Management (CRM) dan Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP). Penelitian ini mengevaluasi efektivitas integrasi kedua strategi tersebut pada sistem informasi pemasaran digital Janshine Shampoo di media sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan survei dan observasi Instagram serta TikTok, data dikumpulkan dari insight konten dan kuesioner daring, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan promosi gambar statis efektif menjangkau audiens luas, sementara reel video lebih unggul dalam membangun interaksi dan menarik pengikut baru. Meskipun demikian, interaktivitas CRM masih satu arah dan positioning merek memerlukan komunikasi yang lebih konsisten. Kombinasi format konten yang tepat dan optimalisasi interaksi pelanggan kunci untuk loyalitas dan niat beli konsumen.
Kontemplasi Pemikiran Wasathiyyah dalam Pendidikan Islam Maghfiroh, Anis; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v5i1.213

Abstract

Dalam konteks pendidikan Islam, pemikiran Wasatiyyah menonjolkan prinsip-prinsip keadilan, kebebasan berpikir, dan pengetahuan umum. Hal ini menjadikannya sebagai sumber inspirasi utama bagi para pemikir dan praktisi pendidikan Islam dalam menghadapi berbagai tantangan era modern. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dan kajian literatur sebagai pendekatan utamanya. Analisis literatur, termasuk buku-buku dan sumber-sumber daring, menjadi elemen integral dalam upaya mendalam untuk memahami bagaimana konsep Wasatiyyah dalam konteks pendidikan Islam mendorong umatnya mencapai keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan. Pemikiran Wasatiyyah memiliki dampak yang signifikan dalam hal ini karena mengusung gagasan bahwa pendidikan Islam harus memadukan nilai-nilai agama dengan tuntutan dunia modern untuk menciptakan harmoni yang berkelanjutan. Penelitian ini berupaya untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang kontribusi pemikiran Wasatiyyah dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan di era saat ini.
Konstruksi Sosial Tata Kelola Ekonomi Lokal Desa melalui Pengelolaan Pasar Sayur Pacet Berbasis BUMDes Rahmalia, Shaila Novinda Fitri; Maghfiroh, Anis; Meita, Nabilah; Ayunda Zahra, Zaskia; Dwi Rahmadani, Novita; Nadila Aurora Putri, Salsa
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3203

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya tata kelola ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal yang dikelola secara partisipatif. Pasar Sayur Pacet merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempertemukan pengelola BUMDes, pedagang, pembeli, dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial dalam tata kelola ekonomi desa melalui pengelolaan Pasar Sayur Pacet berbasis BUMDes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola BUMDes, pedagang Pasar Sayur Pacet, pembeli, serta tokoh masyarakat atau perangkat desa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola Pasar Sayur Pacet terbentuk melalui interaksi sosial antara BUMDes, pedagang, dan pembeli. BUMDes berperan dalam menata pasar melalui sistem sewa, pembagian lokasi, iuran kebersihan, aturan paguyuban, dan pengaturan jam operasional. Sementara itu, pedagang dan pembeli membentuk praktik ekonomi lokal melalui kepercayaan, pelayanan, kualitas barang, serta hubungan sosial yang berlangsung secara terus-menerus. Maka dari itu, tata kelola Pasar Sayur Pacet tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan hasil konstruksi sosial masyarakat lokal.