Aktivitas pendakian gunung di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, terus meningkat dan tidak lagi semata-mata dimaknai sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi serta pencarian pengalaman baru. Gunung Penanggungan, khususnya jalur Kedungudi, memiliki karakteristik unik karena terdapat sebelas situs candi peninggalan masa Majapahit yang berpotensi memengaruhi motivasi pendaki. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesadaran historis terhadap motivasi pendakian di jalur tersebut. Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan melalui survei terhadap 128 responden dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran historis responden berada pada kategori sedang menuju tinggi (mean = 3,32), sedangkan motivasi pendakian berada pada kategori sedang (mean = 3,02). Persamaan regresi Y = 15,177 + 0,999X dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan kesadaran historis terhadap motivasi pendakian. Nilai R² sebesar 0,312 menunjukkan kontribusi sebesar 31,2%, sementara 68,8% dipengaruhi faktor lain seperti rekreasi, interaksi sosial, dan tantangan fisik. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek sejarah dapat menjadi daya tarik penting dalam aktivitas pendakian. Hasil penelitian mengimplikasikan pentingnya integrasi edukasi historis dalam pengelolaan jalur pendakian berbasis warisan budaya.
Copyrights © 2026