JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)
Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)

Perbandingan Pertumbuhan Dan Kualitas Rumput Laut (Kappaphycus striatum) Dengan Penerapan Metode Budidaya Keramba POD Dan Metode Longline Di Desa Huilelot Pulau Semau Nusa Tenggara Timur

Sindrang, Indriyani Kaolang (Universitas Nusa Cendana)
Salosso, Yuliana (Unknown)
Turupadang, Welem Linggi (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Apr 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan kualitas rumput laut Kappaphycus striatum yang dibudidayakan menggunakan dua metode berbeda, yaitu keramba Portable Offshore Device (POD) dan longline, di perairan Batuhopon, Desa Huilelot, Pulau Semau, Kabupaten Kupang. Perbedaan metode budidaya diduga berpengaruh terhadap laju pertumbuhan biomassa, insidensi penyakit ice–ice, serta kondisi kualitas lingkungan selama pemeliharaan. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 30 titik sampel, masing-masing metode terdiri atas 15 titik dengan berat bibit awal 100 gram. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan rata-rata, laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan berat mutlak, insidensi penyakit ice–ice, serta kualitas air (suhu, salinitas, pH, kedalaman, kecerahan, dan kecepatan arus). Analisis data dilakukan menggunakan uji t independen untuk mengetahui perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode longline memberikan pertumbuhan biomassa yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan keramba POD. Nilai pertumbuhan rata-rata harian dan pertumbuhan mutlak pada longline meningkat konsisten hingga akhir pengamatan, sedangkan pada metode POD mengalami penurunan tajam mulai minggu ke-5. SGR pada longline juga lebih tinggi dan stabil, sementara metode POD menunjukkan penurunan hingga bernilai negatif pada minggu akhir. Selain itu, insidensi penyakit ice–ice pada metode POD jauh lebih tinggi dibandingkan longline, terutama pada minggu ke-6. Kondisi ini terkait dengan sirkulasi air yang kurang optimal, shading antar thallus, dan fluktuasi kualitas air yang lebih besar pada keramba POD. Secara keseluruhan, metode longline terbukti lebih efektif untuk budidaya K. striatum karena mampu menghasilkan pertumbuhan yang optimal, menekan risiko penyakit, serta memberikan kondisi lingkungan yang lebih mendukung. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan budidaya rumput laut yang lebih efisien dan berkelanjutan.Kata kunci : K. striatum, keramba POD dan longline, pertumbuhan spesifik (SGR), berat mutlak, insidensi ice–ice, kualitas air.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jvip

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Environmental Science

Description

JVIP adalah jurnal peer review, jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas tinggi dalam ilmu akuatik dan perikanan pada umumnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan dan menyebarluaskan temuan penelitian saat ini atau yang baru, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ...