Pengelolaan data kesehatan masyarakat pada instansi pemerintah daerah umumnya masih bergantung pada mekanisme pelaporan manual yang terfragmentasi, sehingga menghambat efektivitas pengambilan keputusan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem Business Intelligence (BI) pada Dinas Kesehatan Kota Palembang guna meningkatkan integrasi data, kualitas analisis informasi, dan ketepatan pengambilan keputusan. Penelitian mengadopsi pendekatan Business Intelligence Roadmap yang terdiri dari fase analisis bisnis, perencanaan, desain, dan konstruksi. Data laporan oprasional dari 39 Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) di wilayah Kota Palembang diintegrasikan melalui proses extract, transform, dan load (ETL) data ke dalam arsitektur data warehouse multidimensional, kemudian dianalisis menggunakan Pentaho dashboard visualisasi dan teknik clustering dengan algoritma K-Means. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengatasi permasalahan fragmentasi data dan menghasilkan dashboard interaktif yang mendukung pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara multidimensi. Penerapan teknik clustering menghasilkan tiga klaster wilayah kerja puskesmas berdasarkan profil epidemiologis yang berbeda, memberikan wawasan yang sebelumnya tidak dapat diidentifikasi melalui laporan periodik konvensional. Evaluasi melalui user acceptance test (UAT) menunjukkan tingkat penerimaan yang baik dari pengguna sitem. Penelitian ini menegaskan bahwa BI berpotensi meningkatkan transparansi informasi dan mendukung perumusan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran di tingkat pemerintah daerah.
Copyrights © 2026