Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, dan penanganannya masih menghadapi tantangan terkait efektivitas dan efek samping terapi. Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak etanol daun Bidara Arab terhadap sel kanker serviks (HeLa) secara in vitro menggunakan metode Microtetrazolium Assay (MTT Assay).Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% 3x24 jam. Uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Uji sitotoksik dilakukan terhadap sel HeLa dengan konsentrasi 7,813 μg/mL, 15,625 μg/mL, 31,25 μg/mL, 62,5 μg/mL, dan 125 μg/mL selama 24 jam, dan absorbansi diukur menggunakan ELISA reader. Hasil menunjukkan penurunan viabilitas sel terkecil pada konsentrasi 125 μg/mL, dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,97 µg /mL, yang menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas sitotoksik yang aktif terhadap sel kanker.Dengan demikian, ekstrak etanol daun Bidara Arab berpotensi sebagai kandidat antikanker alami, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk isolasi senyawa aktif dan uji toksisitas pada sel normal maupun in vivo.
Copyrights © 2026