Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Phytochemical Profile, Antioxidant Activity and Anticancer Activity of Gamma-Irradiated Black Rice Bran (Oryza sativa L.) Ethanolic Extract: In-Vitro and In-Silico Study Rukmana, Rizal Maarif; Silfarohana, Rantika; Putra, Aditya Dwi Permana; Devi Safrina; Dian Susanti; Nur Rahmawati Wijaya; M Bakti Samsu Adi; Muhammad Evy Prastiyanto; Yanuar Ashari Cahyaningrum; Rina Nurmaulawati; Weka Sidha Bhagawan
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.2.628-643

Abstract

Black rice is a food crop with black pigments, which helps reduce the risk of various diseases and improve health. One way to improve food quality and avoid food contaminants is by irradiating. This study evaluated the phytochemical profile, antioxidant activity, and anticancer activity of irradiated black rice bran extract (IBRBE) in vitro and in silico. Black rice was irradiated with a Gamma cell 220 type irradiator at a 7.5 kGy/hour dose rate. Extraction of irradiated black rice bran was carried out using the maceration method. Phenolic and flavonoid components were quantified using the Folin–Ciocalteau and AlCl3 methods, respectively. Phytochemical compounds were identified by liquid chromatography-high-resolution mass spectrometry (LC HRMS). The antioxidant activity of IBRBE was carried out against 2,2-diphenyl-1picrylhydazyl (DPPH). The cytotoxic activity of IBRBE against WiDr cells (colorectal cancer) and Vero (nonhuman cell lines) used the MT test method. Prediction of the inhibitory mechanism of compounds in the extract against target proteins EGFR and GPX7 was carried out in silico. Total phenolics and flavonoids were 2.57 ± 0.28 mg GAE/g and 19.12 ± 0.18 μg QE/ml, respectively. Twenty-four types of active compounds were obtained in IBRBE. The results of antioxidant activity obtained an IC50 value of 1198.45 ± 92.86 μg/ml. IC50 in WiDr cells and Vero cells were obtained at 36.08 ± 11.71 μg/ml and 570.58 ± 130.25 μg/ml, respectively. In silico results, the compound 4 Dodecylbenzene sulfonic acid has the highest binding affinity to the EGFR protein, with a value of -5.9. Meanwhile, the Monoolein compound has the highest binding affinity to the GPX7 protein, with a value of -5.4.
IDENTIFIKASI DAN PENEGASAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa MENGGUNAKAN UJI PCR PADA AIR MANDI DI PONDOK PESANTREN X PENYEBAB GATAL PADA SANTRI Widyasti Septi Ananda; Rina Nurmaulawati; Nurrizka Kurniawati
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Pseudomonas aeruginosa dalam air mandi di Pondok Pesantren X dan mengevaluasi hubungannya dengan gejala gatal yang dialami santri. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, mencakup pengambilan sampel air dari tandon dan bak mandi untuk diuji menggunakan beberapa teknik, termasuk uji fisik, uji pH, pewarnaan Gram, uji biokimia (TSIA, SIM, dan Katalase), serta uji PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 sampel yang diuji, air mandi dari Kamar Mandi 1 dan Tandon 1 terdeteksi mengandung Pseudomonas aeruginosa, dengan hasil positif pada uji PCR. Selain itu, uji fisik menunjukkan karakteristik air yang keruh dan berbau, sementara uji pH menunjukkan nilai yang melebihi batas normal. Pewarnaan Gram mengidentifikasi bakteri berbentuk batang berwarna merah muda, dan uji biokimia mengonfirmasi hasil negatif untuk H₂S dan indol, tetapi positif untuk motilitas dan katalase. Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keberadaan bakteri ini dan keluhan gatal yang dialami oleh santri, yang dapat disebabkan oleh infeksi kulit akibat bakteri tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kualitas air mandi di Pondok Pesantren X perlu diperhatikan untuk mencegah potensi infeksi. Upaya pencegahan dan pengendalian bakteri patogen di lingkungan pesantren sangat penting untuk menjaga kesehatan santri
UJI SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA ARAB (Ziziphusspina-christi L) TERHADAP SEL KANKER SERVIKS (HELA) MENGGUNAKAN METODE MICROTETRAZOLIUM Assay (MTT Assay) Emi Khoirimatul Barokah; Rina Nurmaulawati; Yudha Fika Diliyana
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, dan penanganannya masih menghadapi tantangan terkait efektivitas dan efek samping terapi. Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak etanol daun Bidara Arab terhadap sel kanker serviks (HeLa) secara in vitro menggunakan metode Microtetrazolium Assay (MTT Assay).Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% 3x24 jam. Uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Uji sitotoksik dilakukan terhadap sel HeLa dengan konsentrasi 7,813 μg/mL, 15,625 μg/mL, 31,25 μg/mL, 62,5 μg/mL, dan 125 μg/mL selama 24 jam, dan absorbansi diukur menggunakan ELISA reader. Hasil menunjukkan penurunan viabilitas sel terkecil pada konsentrasi 125 μg/mL, dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,97 µg /mL, yang menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas sitotoksik yang aktif terhadap sel kanker.Dengan demikian, ekstrak etanol daun Bidara Arab berpotensi sebagai kandidat antikanker alami, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk isolasi senyawa aktif dan uji toksisitas pada sel normal maupun in vivo.
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli PADA AIR LIMBAH DI LINGKUNGAN PABRIK GULA KOTA MAGETAN Angela Rosa Dewanti; Rina Nurmaulawati; Arikha Ayu Susilowati
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih yang bersumber dari sumur maupun sungai harus diperhatikan kebersihannya baik secara fisik, kimia, mikrobiologis, maupun kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Escherichia coli pada air sungai di sekitar pabrik gula serta mengevaluasi kualitas fisik dan kimia air sungai tersebut. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang penilaian kualitas air limbah sungai yang baik secara mikrobiologis serta dapat mengedukasi masyarakat sebagai pencegahan awal dari penyakit diare. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dan menggunakan pendekatan penelitian untuk menggambarkan karakteristik suatu populasi, situasi, atau fenomena secara sistematis dan akurat, dengan menggunakan data numerik. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik berbeda yaitu 10 meter - 100 meter, 100 meter – 500 meter, 500 meter - 1 kilo meter dari pabrik gula. Uji yang dilakukan meliputi uji fisik air (warna dan bau), uji pH, pewarnaan Gram, uji biokimia (TSIA, SIM, dan katalase), serta konfirmasi molekuler menggunakan metode PCR. Hasil uji fisik menunjukkan bahwa seluruh sampel air sungai memiliki warna keruh dan bau menyengat, menandakan adanya indikasi pencemaran. Nilai pH yang diperoleh menunjukkan kondisi yang sesuai standar. Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bakteri berbentuk batang pendek Gram negatif, yang mengindikasikan keberadaan Escherichia coli. Hasil uji TSIA memperlihatkan perubahan warna menjadi kuning dan adanya gas pada media, menunjukkan kemampuan fermentasi karbohidrat oleh bakteri tersebut. Uji SIM memperlihatkan hasil Indol positif, H₂S negatif, dan motilitas positif, sedangkan uji katalase juga menunjukkan hasil positif. Analisis PCR menghasilkan fragmen DNA berukuran 613 bp, yang mengonfirmasi keberadaan Escherichia coli pada seluruh sampel air sungai. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa air sungai di sekitar pabrik gula telah terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan diperlukan pengawasan kualitas air dan sistem pengolahan limbah yang lebih baik untuk mencegah pencemaran lebih lanjut.