Pengelolaan sampah berbasis masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek pencatatan, efisiensi operasional, dan integrasi data. Kondisi tersebut juga dialami oleh KSM Kudu Bisa di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang selama ini mengelola bank sampah dengan sistem manual. Keterbatasan tersebut berdampak pada rendahnya efektivitas pengelolaan, risiko kehilangan data, serta belum optimalnya pemanfaatan nilai ekonomi sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung transformasi digital pengelolaan bank sampah melalui pengembangan platform berbasis web yang terintegrasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Sasaran kegiatan meliputi pengurus dan anggota KSM Kudu Bisa sebagai pelaku utama pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa platform digital yang dikembangkan mampu meningkatkan kerapian pencatatan transaksi, mempermudah pengelolaan data nasabah, serta mempercepat penyusunan laporan. Pengurus KSM mulai memanfaatkan dashboard sebagai alat monitoring operasional, sementara anggota merasakan peningkatan transparansi tabungan sampah. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan literasi digital pengurus, mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, serta membuka peluang penguatan ekonomi sirkular di tingkat desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kelembagaan KSM Kudu Bisa dan berpotensi menjadi model pengelolaan bank sampah digital yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Copyrights © 2026