Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Rest API Untuk Monitoring Daerah Rawan Narkoba Menggunakan Framework ExpressJs Dengan Metode Scrum Sumantry, Diptya Bagus; Usman, Muhammad Lulu Latif; Rafika Nur, Yohani Setiya
Jurnal Tekno Kompak Vol 18, No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jtk.v18i2.3919

Abstract

Narkoba adalah obat terlarang yang dapat menyebabkan banyak gejala negatif jika disalahgunakan oleh pengguna. Di Kabupaten Banyumas terdapat sekitar 23.985 jiwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada tahun 2022. Dengan banyaknya perkiran tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas mempunyai tanggung jawab dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Banyumas degan melaksanakan program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar). Desa Bersinar merupakan kegiatan yang digunakan untuk pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kegiatan tersebut dimulai dari pemetaan wilayah daerah rawan narkoba yang nantinya digunakan untuk monitoring daerah rawan narkoba. Dalam melaksanakan kegiatan Desa Bersinar BNNK Banyumas masih melakukannya secara manual maka berdasarkan permasalahan tersebut penulis akan memberikan solusi yaitu mengambangkan backend dengan hasil Rest API yang nantinya digunakan untuk mengelola data dan monitoring daerah rawan narkoba yang dapat digunakan pada pengembangan frontend. Pengembangan Rest API akan menggunakan metode scrum dengan framework ExpressJs. Agar pengembangan ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan maka akan dilakukan pengujian pada Rest API dengan whitebox testing dan blackbox testing. Sprint pertama dilaksanakan selama 2 minggu pada tanggal 24 juli 2023 – 6 Agustus 2023 dengan 17 product backlog dan total story point planed 60 jam dengan story point actual 60 jam. Sprint Kedua dilaksanakan selama 2 minggu pada tanggal 14 agustus 2023 – 27 agustus 2023 dengan 22 product backlog dan total story point planed 60 jam dengan story point actual 60 jam. Hasil dari setiap sprint menghasilkan Rest API. Story point planed dan story point actual akan menghasilkan burndown chart untuk melihat proses pekerjaan selama sprint. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan waktu yang direncanakan dan Rest API dapat diterapkan pada pengembangan frontend.
Transformasi Digital Bank Sampah: Peningkatan Manajemen Sampah Terintegrasi Untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Dan Scale Up KSM Kudu Bisa Melalui Pengembangan Platform Berbasis Web Utomo, Hari Widi; Suryatiningsih, Suryatiningsih; Sultoni, Achmad; Rafika Nur, Yohani Setiya; Libertiana Saragih, Nopri Anita; Safiri, Satria Rizki; Arba, Raihan Adi; Alfarizy, Shehal Sigi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i1.8099

Abstract

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek pencatatan, efisiensi operasional, dan integrasi data. Kondisi tersebut juga dialami oleh KSM Kudu Bisa di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang selama ini mengelola bank sampah dengan sistem manual. Keterbatasan tersebut berdampak pada rendahnya efektivitas pengelolaan, risiko kehilangan data, serta belum optimalnya pemanfaatan nilai ekonomi sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung transformasi digital pengelolaan bank sampah melalui pengembangan platform berbasis web yang terintegrasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Sasaran kegiatan meliputi pengurus dan anggota KSM Kudu Bisa sebagai pelaku utama pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa platform digital yang dikembangkan mampu meningkatkan kerapian pencatatan transaksi, mempermudah pengelolaan data nasabah, serta mempercepat penyusunan laporan. Pengurus KSM mulai memanfaatkan dashboard sebagai alat monitoring operasional, sementara anggota merasakan peningkatan transparansi tabungan sampah. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan literasi digital pengurus, mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, serta membuka peluang penguatan ekonomi sirkular di tingkat desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kelembagaan KSM Kudu Bisa dan berpotensi menjadi model pengelolaan bank sampah digital yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.