Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunan kinerja karyawan di Warteg Ibu Dewi Semarang serta merumuskan strategi peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Penelitian dilatarbelakangi oleh menurunnya omzet usaha dari Rp48,5 juta menjadi Rp35,8 juta, meningkatnya tingkat ketidakhadiran karyawan dari 6% menjadi 15%, serta bertambahnya keluhan pelanggan dari 4 menjadi 15 kasus per bulan selama periode 2022–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kinerja karyawan dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu ketiadaan sistem evaluasi kinerja yang formal dan terstruktur, ketidakjelasan indikator kinerja, pelaksanaan evaluasi yang tidak rutin, pemberian umpan balik yang kurang efektif, ketiadaan dokumentasi hasil evaluasi, serta keterbatasan manajerial dari pihak pemilik, meliputi kurangnya pengetahuan manajemen, keterbatasan waktu, tingginya beban kerja, dan ketergantungan pada karyawan. Berdasarkan temuan tersebut, strategi peningkatan kinerja yang direkomendasikan mencakup penerapan sistem evaluasi kinerja sederhana dengan indikator yang jelas, pemberian umpan balik yang konstruktif, pemberian insentif bagi karyawan berprestasi, serta pelatihan dan pembinaan karyawan secara berkala. Strategi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja karyawan secara berkelanjutan dan berdampak positif terhadap kualitas layanan serta kinerja usaha.
Copyrights © 2026