ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan manajemen usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Taen Terong, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 20 sampel. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, dan pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani per musim tanam mencapai Rp728.200.000, dengan total biaya produksi sebesar Rp327.163.912, yang terdiri dari biaya tetap Rp51.634.912 dan biaya variabel Rp275.529.000. Dengan demikian, pendapatan bersih yang diperoleh petani sebesar Rp401.036.088. Analisis kelayakan usahatani menggunakan rasio R/C menghasilkan nilai sebesar 2,22 yang berarti setiap pengeluaran Rp1 menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2,22 dan B/C menghasilkan nilai 1,22 yang berarti setiap Rp 1 yang di keluarkan akan menghasilkan manfaat atau keuntungan 1,22. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Taen Terong sangat layak untuk diusahakan.
Copyrights © 2026