Kinerja struktural hauling road ditentukan oleh kekakuan dan stabilitas tanah dasar akibat beban berat berulang. Evaluasi lapangan umumnya dilakukan menggunakan repetitive static plate load test dengan modulus deformasi siklus pembebanan lanjutan sebagai dasar pemenuhan kriteria desain, meskipun pendekatan satu parameter belum sepenuhnya menggambarkan kondisi awal dan evolusi kekakuan tanah dasar. Penelitian ini mengevaluasi kinerja subgrade hauling road menggunakan repetitive static plate load test pada beberapa titik uji yang mewakili berbagai jalur operasional. Analisis difokuskan pada respons pembebanan siklus awal dan lanjutan serta rasio peningkatan kekakuan sebagai indikator stabilisasi tanah. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar titik uji memenuhi modulus minimum desain, namun didominasi oleh rasio peningkatan kekakuan yang tinggi, yang mengindikasikan sensitivitas subgrade terhadap pembebanan awal. Titik yang tidak memenuhi kriteria desain berkorelasi dengan kekakuan awal yang rendah dan dominasi deformasi plastis. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi kinerja subgrade hauling road akan lebih komprehensif apabila pemenuhan kriteria desain dikombinasikan dengan analisis perilaku tanah akibat pembebanan berulang untuk mendukung pengendalian mutu dan strategi perbaikan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026