Penelitian ini mengidentifikasi hambatan adopsi sistem Coretax di Indonesia melalui analisis sentimen wajib pajak di ruang digital. Masalah utama yang diangkat adalah resistensi pengguna akibat kendala teknis yang berisiko menghambat kepatuhan sukarela. Menggunakan metode etnografi, penelitian mengobservasi 51 narasi autentik pada YouTube dan Instagram yang dianalisis dengan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Kebaruan studi ini terletak pada pemotretan fenomena transisi sistem perpajakan secara real-time melalui perspektif perilaku digital. Temuan menunjukkan hambatan signifikan pada dimensi Perceived Ease of Use (PEOU), yang ditandai oleh kegagalan autentikasi, redundansi prosedur, dan ketidaksiapan infrastruktur. Pada dimensi Perceived Usefulness (PU), muncul skeptisisme publik terhadap efisiensi sistem dibandingkan anggaran pengembangannya. Ketidaksinkronan ini memicu beban psikologis dan krisis kepercayaan otoritas. Kontribusi praktis penelitian ini adalah rekomendasi bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk mengoptimalkan antarmuka pengguna dan strategi komunikasi kebijakan yang lebih empatik guna memitigasi risiko penurunan kepatuhan di negara berkembang.
Copyrights © 2026