Digitalisasi pendidikan menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era teknologi. Namun, implementasinya di daerah terpencil masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesenjangan akses terhadap infrastruktur, perangkat digital, dan literasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan manajemen pendidikan dalam mengatasi kesenjangan akses digital di daerah terpencil serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai kebijakan serta praktik di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan jaringan internet, kurangnya fasilitas pendukung, rendahnya kompetensi digital tenaga pendidik, serta minimnya dukungan kebijakan yang adaptif menjadi faktor utama penghambat digitalisasi pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menyediakan infrastruktur yang memadai, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta merancang kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan manajemen pendidikan yang efektif, digitalisasi diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah terpencil.
Copyrights © 2026