Anemia Fanconi merupakan kelainan genetik kompleks yang tidak hanya mengganggu proses hematopoiesis, tetapi juga meningkatkan kerentanan terhadap kanker darah seperti leukemia. Di tengah meningkatnya prevalensi anemia di Indonesia, terutama pada ibu hamil, pendekatan berbasis bahan alam menjadi alternatif yang menjanjikan. Salah satu tanaman lokal yang memiliki potensi terapeutik adalah Laportea aestuans L. Chew (daun lateng), yang diketahui mengandung senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan dan kandungan zat besi tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi potensi senyawa 3B,19a-dihydroxy-30-norurs-12-ene (LA) dari daun lateng sebagai kandidat agen antikanker melalui pendekatan in silico. Analisis dilakukan terhadap reseptor HER2 dan P53 menggunakan metode molecular docking yaitu analisis potensi senyawa bioaktif menggunakan metode komputasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa LA memiliki afinitas pengikatan yang kuat terhadap HER2 (-9,1 kkal/mol) dan P53 (-8,0 kkal/mol), dengan nilai RMSD ≤ 2 Å yang menandakan bahwa metode yang digunakan untuk analisis sudah dan valid. Senyawa ini juga memenuhi kriteria aturan Lipinski yang memperkuat potensinya sebagai molekul bioaktif yang layak dikembangkan sebagai kandidat obat. Temuan ini memberikan landasan ilmiah bagi pemanfaatan tanaman lokal sebagai sumber inovasi farmasi yang relevan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026