Asri Dwi Endah Dewi Pramesthi
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Daun Lateng (Laportea aestuans L. Chew) sebagai Agen Antikanker Leukemia pada Anemia Fanconi surya rahadi; Asri Dwi Endah Dewi Pramesthi
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5343

Abstract

Anemia Fanconi merupakan kelainan genetik kompleks yang tidak hanya mengganggu proses hematopoiesis, tetapi juga meningkatkan kerentanan terhadap kanker darah seperti leukemia. Di tengah meningkatnya prevalensi anemia di Indonesia, terutama pada ibu hamil, pendekatan berbasis bahan alam menjadi alternatif yang menjanjikan. Salah satu tanaman lokal yang memiliki potensi terapeutik adalah Laportea aestuans L. Chew (daun lateng), yang diketahui mengandung senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan dan kandungan zat besi tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi potensi senyawa 3B,19a-dihydroxy-30-norurs-12-ene (LA) dari daun lateng sebagai kandidat agen antikanker melalui pendekatan in silico. Analisis dilakukan terhadap reseptor HER2 dan P53 menggunakan metode molecular docking yaitu analisis potensi senyawa bioaktif menggunakan metode komputasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa LA memiliki afinitas pengikatan yang kuat terhadap HER2 (-9,1 kkal/mol) dan P53 (-8,0 kkal/mol), dengan nilai RMSD ≤ 2 Å yang menandakan bahwa metode yang digunakan untuk analisis sudah dan valid. Senyawa ini juga memenuhi kriteria aturan Lipinski yang memperkuat potensinya sebagai molekul bioaktif yang layak dikembangkan sebagai kandidat obat. Temuan ini memberikan landasan ilmiah bagi pemanfaatan tanaman lokal sebagai sumber inovasi farmasi yang relevan dan berkelanjutan.
In Silico Analysis of Momordica charantia L. as Antidiabetic Agents of GSK-3β Receptors and It's Antioxidant Activity Asri Dwi Endah Dewi Pramesthi; Khairunnisa Khairunnisa; Aurelia Nabilla Zuliet; Melani Pebriana Putri; Paula Mariana Kustiawan
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v22i2.13447

Abstract

Diabetes mellitus is included in the group of degenerative diseases with the highest incidence rate globally. This study was conducted to evaluate the potential of bioactive compounds contained in bitter melon (Momordica charantia L.) as antidiabetic and antioxidant agents using an in silico approach. The methods used include molecular docking simulations, pharmacokinetic and toxicological  analyses were carried out using Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, and Toxicology parameters as well as drug suitability tests based on the Lipinski rule of five. The test results showed that bitter melon juice obtained an IC50 of 63.18 μg/ml while vitamin C as a comparison obtained an IC50 of 7.60 μg/ml. The docking results show that the Kaemferol compound has the highest binding affinity (-6.64 Kcal/mol), Quercetin (-6.28 Kcal/mol) and Charantoside I (6.07 Kcal/mol) have stable binding energy, the interaction of charantin, quercetin, kaemferol and charantoside I residues is similar to native ligands such as Valine 135, Cysteine 199, Valine 70 and Lysine 85. Based on the ADMET profile results, the quercetin and kaemferol compounds have high absorption, Caco-2 permeability which supports oral bioavailability, and do not show the ability to penetrate the blood-brain barrier, which indicates safety for the central nervous system, as well as low AMES toxicity and hepatotoxicity. As the conclusion, kaempferol and quercetin compounds have  the potential as GSK-3β inhibitors. Antioxidant activity of bitter melon juice and vitamin C are categorized as strong. Further  research regarding the mechanism of action of Momordica charantia L. as an alternative therapeutic agent in the management of type  2 diabetes is needed.