Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana nilai-nilai budaya lokal memengaruhi preferensi konsumen dan penerimaan terhadap produk maupun layanan di pasar Indonesia yang heterogen. Desain/metode/pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Pendekatan ini dipilih untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif konsumen saat berinteraksi dengan identitas budaya dalam produk modern. Temuan Hasil: penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen budaya seperti simbol, narasi daerah, dan kearifan lokal mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Strategi branding berbasis budaya terbukti efektif dalam memberikan kesan autentik, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kepekaan perusahaan dalam menghindari praktik apropriasi budaya. Orisinalitas/nilai: Penelitian ini memosisikan pengintegrasian kearifan lokal bukan sekadar sebagai taktik pemasaran konvensional, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan pilar utama bagi keberlanjutan merek (brand sustainability) di pasar domestik. Implikasi praktis/kebijakan: Dunia usaha disarankan untuk melakukan kolaborasi aktif dengan komunitas lokal dalam proses inovasi layanan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penggunaan identitas budaya tetap menghormati martabat nilai-nilai lokal dan terhindar dari penyalahgunaan makna budaya.
Copyrights © 2026