Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai PPATK sebnayak 80 Pegawai yang dijadikan responden penelitian dengan menggunkana skala rikert. Pengujian hipotesis menggunakan SPSS versi 26 for windows. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ialah uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji hipotesis, analisis regresi linear berganda dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil uji t, Disiplin (X1) memiliki kontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil uji parsial (uji t), ditemukan bahwa tingkat kedisiplinan merupakan faktor determinan yang secara nyata meningkatkan efektivitas kerja pegawai. Hal ini diperkuat oleh nilai koefisien determinasi parsial ($R$ Square) sebesar 0,720 atau 72,0%. Pelatihan (X2) memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Melalui analisis uji t, terbukti secara empiris bahwa pengembangan kapasitas melalui pelatihan berpengaruh signifikan dalam memacu produktivitas pegawai. Nilai koefisien determinasi parsial menunjukkan angka R Square sebesar 0,557 atau 55,7%. Disiplin dan pelatihan secara simultan berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Keeratan hubungan ini terkonfirmasi melalui nilai F hitung sebesar 106,713, yang melampaui ambang batas F tabel sebesar 3,115 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05).
Copyrights © 2026