Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat aktivitas fisik siswa SMPN 2 Hu’u dan mengidentifikasi perbedaan aktivitas fisik berdasarkan jenis kelamin. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Sampel terdiri dari 60 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) yang menghasilkan skor MET (Metabolic Equivalent of Task) sebagai indikator intensitas aktivitas fisik. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor aktivitas fisik siswa adalah 3875,54 MET, yang termasuk dalam kategori tinggi. Secara spesifik, siswa laki-laki memiliki skor aktivitas fisik yang lebih tinggi (M = 4801,93) dibandingkan siswa perempuan (M = 3004,68). Uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,014). Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan aktivitas fisik berdasarkan gender, yang dapat dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial, dan lingkungan
Copyrights © 2026