Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah struktur produksi pengetahuan dalam sistem pendidikan global, termasuk dalam Pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan membahas secara filosofis menerapkan integrasi epistemologis, etis, dan pedagogis AI serta merancang rekonstruksi paradigma tarbiyah yang relevan dengan transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah periode 2022–2025 dan dokumen kebijakan internasional mengenai etika AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berpotensi menggeser struktur otoritas epistemik dari guru ke algoritma, menimbulkan risiko bias data, datafikasi pendidikan, serta tantangan integritas akademik. Namun demikian, AI juga menawarkan peluang transformasi pedagogis melalui personalisasi pembelajaran dan sistem evaluasi adaptif (Holmes, 2024). Artikel ini menawarkan model rekonstruksi paradigma tarbiyah berdasarkan hierarki epistemik wahyu, akal, dan teknologi dalam kerangka maqāṣid al-syari'ah. Pendekatan ini menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai instrumen fasilitatif yang tunduk pada nilai, bukan sebagai otoritas normatif dalam Pendidikan Islam.
Copyrights © 2026