Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang terjadi dalam siklus menstruasi karena ketidakseimbangan hormon dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Asupan gizi dan aktivitas fisik dapat mempengaruhi ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan zat gizi makro dan sedentary activity dengan kejadian PMS pada mahasiswi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 270 mahasiswi yang dipilih menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Data asupan zat gizi makro diperoleh dari Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire, aktivitas sedentari diukur menggunakan Sedentary Behavior Questionnaire, kejadian PMS menggunakan kuesioner Short Premenstrual Assesment Form. Data dianalisis menggunakan uji statistik Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan karbohidrat (p-value=0,000), protein (p-value=0,008), dan lemak (p-value=0,000), serta sedentary activity (p-value=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian PMS. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat kecukupan zat gizi makro dan sedentary activity berhubungan dalam kejadian PMS, sehingga mahasiswi dianjurkan untuk mengonsumsi zat gizi makro sesuai kecukupan dan rutin melakukan aktivitas fisik untuk mencegah PMS.
Copyrights © 2026