Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun dalam proses budidayanya, tanaman kelapa sawit sering mengalami gangguan organisme pengganggu tanaman, salah satunya adalah penyakit bercak daun. Penyakit ini umumnya menyerang tanaman pada fase pembibitan hingga tanaman belum menghasilkan (TBM) dan dapat menurunkan kualitas serta pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik gejala serta intensitas serangan penyakit bercak daun pada bibit kelapa sawit berdasarkan berbagai sumber literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta buku yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyakit bercak daun pada kelapa sawit umumnya disebabkan oleh beberapa jenis jamur patogen seperti Curvularia sp., Pestalotiopsis sp., Drechslera sp., dan Phyllosticta sp. Gejala penyakit ditandai dengan munculnya bercak kecil berwarna kuning yang kemudian berkembang menjadi bercak coklat hingga menyebabkan nekrosis pada daun. Intensitas serangan penyakit bervariasi tergantung kondisi lingkungan, varietas tanaman, serta pengelolaan pembibitan, dengan tingkat serangan yang dapat mencapai lebih dari 30% pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, pengamatan dini serta pengelolaan pembibitan yang baik sangat diperlukan untuk menekan perkembangan penyakit bercak daun pada tanaman kelapa sawit.
Copyrights © 2026