Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Literatur Karakteristik Gejala Dan Intensitas Serangan Penyakit Bercak Daun Pada Bibit Pre-Nursery Hingga TBM Tanaman Kelapa Sawit: Literature Review Of Characteristics Of Symptoms And Intensity Of Leaf Spot Disease Attacks On Pre-Nursery Seedlings To TBM Of Oil Palm Plants Boy Sahat Parulian Samosir; Novita Herawati; Khoiril Husni; Muhammad Shaleh Sitompul; Guntoro
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10795

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun dalam proses budidayanya, tanaman kelapa sawit sering mengalami gangguan organisme pengganggu tanaman, salah satunya adalah penyakit bercak daun. Penyakit ini umumnya menyerang tanaman pada fase pembibitan hingga tanaman belum menghasilkan (TBM) dan dapat menurunkan kualitas serta pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik gejala serta intensitas serangan penyakit bercak daun pada bibit kelapa sawit berdasarkan berbagai sumber literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta buku yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyakit bercak daun pada kelapa sawit umumnya disebabkan oleh beberapa jenis jamur patogen seperti Curvularia sp., Pestalotiopsis sp., Drechslera sp., dan Phyllosticta sp. Gejala penyakit ditandai dengan munculnya bercak kecil berwarna kuning yang kemudian berkembang menjadi bercak coklat hingga menyebabkan nekrosis pada daun. Intensitas serangan penyakit bervariasi tergantung kondisi lingkungan, varietas tanaman, serta pengelolaan pembibitan, dengan tingkat serangan yang dapat mencapai lebih dari 30% pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, pengamatan dini serta pengelolaan pembibitan yang baik sangat diperlukan untuk menekan perkembangan penyakit bercak daun pada tanaman kelapa sawit.
Dinamika Variabilitas Iklim Dan Strategi Mitigasi Penyakit Gugur Daun Pestalotiopsis Sp. Pada Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis): Dynamics Of Climate Variability And Mitigation Strategies For Pestalotiopsis Sp. Leaf Fall Disease In Rubber Plants (Hevea Brasiliensis) Naina Putri Rahmadani; Rafi Alkhoiri; Ales Sandro; Azwi Reza Fahlevi Panjaitan; Guntoro
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10849

Abstract

Penyakit Gugur Daun (PGD) yang disebabkan oleh jamur Pestalotiopsis sp. telah menjadi ancaman baru yang serius bagi industri perkebunan karet di Indonesia, dengan potensi penurunan produksi lateks hingga 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh faktor abiotik dan perubahan iklim terhadap perkembangan penyakit tersebut, serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) dengan menyimpulkan data dari sumber ilmiah terpercaya, termasuk jurnal nasional, dan laporan riset yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel iklim seperti suhu udara (23°C–28°C), kelembapan tinggi (>85%), dan intensitas hujan yang ekstrem merupakan pemicu utama percepatan siklus infeksi dan penyebaran konidia patogen. Selain faktor lingkungan, ketahanan fisiologis tanaman yang didukung oleh pemupukan tambahan (N, P, K) dan penggunaan klon yang tahan (seperti RRIC 100 dan IRR 39) terbukti mampu mengurangi tingkat keparahan penyakit. Strategi pengendalian masa depan harus menggabungkan sistem peramalan epidemi yang berbasis data cuaca dengan penggunaan agens hayati untuk menciptakan pengelolaan perkebunan yang lebih preventif dan berkelanjutan.
Efektivitas Ekstrak Tanaman Lokal sebagai Pilihan Pengendalian Penyakit pada Kelapa Sawit: Effectiveness of Local Plant Extracts as a Disease Control Option in Oil Palm Kapung GeoVery WedaSuma; Muhammad Nur Kholis; Samuel Riyaldo Marbun; Miftakul Huda; Guntoro
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10906

Abstract

Penyakit pada tanaman kelapa sawit, khususnya yang disebabkan oleh jamur patogen seperti Ganoderma boninense, merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas. Pengendalian yang umum dilakukan menggunakan fungisida kimia dinilai kurang ramah lingkungan dan berpotensi menimbulkan resistensi patogen. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan ekstrak tanaman lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ekstrak tanaman lokal sebagai agen pengendali penyakit pada kelapa sawit melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah analisis terhadap berbagai hasil penelitian terkait kandungan senyawa aktif dan aktivitas antifungi dari tanaman lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman lokal mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam menghambat pertumbuhan patogen. Dengan demikian, ekstrak tanaman lokal memiliki potensi sebagai alternatif pengendalian penyakit yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan pada tanaman kelapa sawit.
Dampak Serangan Kanker Batang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis): The Impact of Stem Cancer on the Growth and Yield of Rubber Trees (Hevea brasiliensis) Guntoro; Arjuna Wisesha; Immanuel Sinaga; Ruben Sianturi; Sopyan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11405

Abstract

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang berperan dalam penyediaan bahan baku industri dan sumber pendapatan masyarakat. Salah satu kendala utama dalam budidaya karet adalah serangan penyakit kanker batang yang disebabkan oleh Lasiodiplodia theobromae. Penyakit ini dilaporkan menyebabkan kerusakan jaringan batang, gangguan fisiologis tanaman, serta penurunan produksi lateks. Kajian ini bertujuan menganalisis dampak serangan kanker batang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman karet berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel ilmiah yang membahas identifikasi patogen, gejala penyakit, faktor epidemi, patogenisitas, dan strategi pengendalian. Hasil kajian menunjukkan bahwa L. theobromae merupakan patogen oportunistik yang menginfeksi tanaman melalui luka pada batang dan cabang. Infeksi menyebabkan nekrosis jaringan, gumosis, kematian cabang, penurunan luas tajuk, serta kerusakan panel sadap. Dampak tersebut berpengaruh terhadap penurunan pertumbuhan vegetatif dan produktivitas lateks. Pengelolaan penyakit dapat dilakukan melalui sanitasi kebun, penggunaan bahan tanam sehat, dan pemanfaatan agen hayati seperti Trichoderma spp. dan bakteri antagonis. Penyakit kanker batang perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar pada perkebunan karet. ABSTRACT Rubber plants (Hevea brasiliensis) are an important plantation commodity, providing industrial raw materials and a source of income for the community. One of the main obstacles in rubber cultivation is the attack of stem canker disease caused by Lasiodiplodia theobromae. This disease is reported to cause stem tissue damage, plant physiological disorders, and reduced latex production. This study aims to analyze the impact of stem canker on rubber plant growth and production based on previous research. The method used was a literature review of scientific articles discussing pathogen identification, disease symptoms, epidemic factors, pathogenicity, and control strategies. The results indicate that L. theobromae is an opportunistic pathogen that infects plants through wounds on the stems and branches. Infection causes tissue necrosis, gummosis, branch death, reduced canopy area, and damage to tapping panels. These impacts contribute to reduced vegetative growth and latex productivity. Disease management can be achieved through plantation sanitation, the use of healthy planting material, and the use of biological agents such as Trichoderma spp. and antagonistic bacteria. Stem canker disease requires serious attention because it has the potential to cause significant economic losses in rubber plantations.
Tinjauan Literatur Terkini Penyakit Penting pada Tanaman Kelapa Sawit dalam Perspektif Keberlanjutan Perkebunan: A Recent Literature Review of Major Diseases in Oil Palm Plants from the Perspective of Plantation Sustainability Setia Gunawan; Dimas Mauladana; Riki Pransisko Riki Pransisko; Tengku Hasrul Ramadhan Nasution; Guntoro
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11365

Abstract

Industri kelapa sawit di Indonesia menghadapi tantangan besar berupa serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang mengancam produktivitas dan kelestarian lingkungan. Penyakit yang menyerang bagian akar, batang, dan daun dapat menurunkan populasi tegakan pohon secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah jenis-jenis penyakit penting pada kelapa sawit serta merumuskan strategi pengendalian yang selaras dengan prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur (literature review) dengan menganalisis artikel ilmiah bereputasi nasional dari periode 2016–2026 yang berfokus pada fitopatologi kelapa sawit. Hasil ulasan menunjukkan bahwa penyakit busuk pangkal batang akibat Ganoderma boninense tetap menjadi ancaman paling destruktif pada organ batang dan akar (silent killer), mampu membunuh hingga lebih dari 50% populasi pohon menjelang replanting. Pada organ daun, penyakit bercak daun (Curvularia spp.) dan penyakit blast dominan menyerang fase pembibitan. Strategi pengendalian konvensional secara kimiawi mulai digantikan oleh pendekatan kultur teknis terpadu dan pemanfaatan agens hayati seperti Trichoderma spp. dan Mikoriza Arbuskula. Pengendalian penyakit berbasis agens hayati dan sanitasi lahan terpadu merupakan kunci utama dalam mempertahankan produktivitas tanpa merusak stabilitas ekosistem perkebunan kelapa sawit masa depan. ABSTRACT The palm oil industry in Indonesia faces a major challenge in the form of attacks by plant pests and diseases (PPDs) that threaten productivity and environmental sustainability. Diseases that attack the roots, trunks, and leaves can significantly reduce tree populations. This study aims to examine major diseases in oil palm and formulate control strategies aligned with the principles of sustainable oil palm plantation management. The method used in this study is a literature review, analyzing nationally reputable scientific articles from 2016–2026 focused on oil palm phytopathology. The review results indicate that basal stem rot caused by Ganoderma boninense remains the most destructive threat to the stem and root systems (a “silent killer”), capable of killing more than 50% of the tree population prior to replanting. In the leaf tissue, leaf spot disease (Curvularia spp.) and blast disease predominantly affect the seedling stage. Conventional chemical control strategies are beginning to be replaced by integrated cultural practices and the use of biological agents such as Trichoderma spp. and arbuscular mycorrhizae. Disease control based on biological agents and integrated land sanitation is the key to maintaining productivity without compromising the stability of future oil palm plantation ecosystems.