Konsentrasi belajar siswa SMP menjadi isu yang semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, yang memiliki potensi untuk memengaruhi fokus dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan TikTok yang semakin meluas di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap aktivitas akademik, terutama dalam hal kemampuan berkonsentrasi saat belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar pada siswa SMP Kanisius Sleman. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 121 siswa yang dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner yang mengukur tingkat intensitas penggunaan TikTok dan tingkat konsentrasi belajar siswa. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program Jamovi untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,645 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan TikTok tidak selalu memberikan dampak negatif terhadap konsentrasi belajar, tetapi juga dapat berperan dalam mendukung fokus belajar apabila digunakan secara bijak, terarah, dan dalam batas yang wajar.
Copyrights © 2026