Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu pelayanan, salah satunya adalah waktu tunggu pasien pada layanan rawat jalan. Waktu tunggu yang tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal berpotensi menurunkan tingkat kepuasan pasien serta persepsi terhadap mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kamarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, di mana pengukuran variabel dilakukan secara bersamaan dalam satu periode waktu. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik kuota sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung waktu tunggu menggunakan alat ukur waktu, serta kuesioner kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami waktu tunggu sesuai standar (≤60 menit) sebesar 77,1% dengan rata-rata waktu tunggu 38,01 menit, sedangkan 22,9% mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit. Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa 76% responden merasa puas dan 24% tidak puas. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien. Disimpulkan bahwa efisiensi waktu tunggu berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien, meskipun faktor lain juga turut memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan di puskesmas.
Copyrights © 2026