Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pemberdayaan masyarakat serta peningkatan pendapatan desa di Desa Pangalloang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pengelolaan BUMDes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Jangan Ejaiyya telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan usaha, pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta penyediaan akses permodalan. Selain itu, BUMDes juga mengelola beberapa unit usaha, antara lain depot air minum isi ulang, penjualan pulsa, serta pendampingan usaha petani porang. Kegiatan tersebut memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa sekitar Rp54 juta per tahun. Namun demikian, pelaksanaan program BUMDes masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang dilaksanakan. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya pengelolaan unit usaha dan pengembangan program pemberdayaan. Secara keseluruhan, keberadaan BUMDes memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi petani porang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pengelola, penguatan partisipasi masyarakat, serta inovasi dalam pengembangan usaha agar BUMDes dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan ekonomi desa.
Copyrights © 2026