Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Suku Bunga terhadap Minat Nasabah dalam Mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada PT. Bank Rakyat Indonesia Adnan, Muhammad; Abdi, Muhammad Nur; N, Sahabuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4810

Abstract

Perbankan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat, terutama dalam bentuk kredit. Salah satu program kredit yang mendukung penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tingkat suku bunga merupakan salah satu faktor yang memengaruhi minat nasabah dalam mengakses kredit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat suku bunga terhadap minat nasabah dalam mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Takalar selama periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan tingkat suku bunga dan permintaan kredit KUR yang diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia Unit Takalar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji multikolinearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah dalam mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,551 menunjukkan bahwa 55,1% variasi minat nasabah dapat dijelaskan oleh variabel suku bunga, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa penetapan suku bunga yang kompetitif dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk KUR. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak perbankan dalam menetapkan kebijakan suku bunga guna meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor UMKM.
Efektivitas Manajemen BUMDes Dalam Pemberdayaan dan Peningkatan Pendapatan Pada Desa Pangalloang Kec. Rilau Ale Kab. Bulukumba Firmatullah, Andi Fikri; Jusriadi, Edi; N, Sahabuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pemberdayaan masyarakat serta peningkatan pendapatan desa di Desa Pangalloang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pengelolaan BUMDes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Jangan Ejaiyya telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan usaha, pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta penyediaan akses permodalan. Selain itu, BUMDes juga mengelola beberapa unit usaha, antara lain depot air minum isi ulang, penjualan pulsa, serta pendampingan usaha petani porang. Kegiatan tersebut memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa sekitar Rp54 juta per tahun. Namun demikian, pelaksanaan program BUMDes masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang dilaksanakan. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya pengelolaan unit usaha dan pengembangan program pemberdayaan. Secara keseluruhan, keberadaan BUMDes memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi petani porang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pengelola, penguatan partisipasi masyarakat, serta inovasi dalam pengembangan usaha agar BUMDes dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan ekonomi desa.