Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), khususnya ChatGPT, telah membawa perubahan dalam cara mahasiswa memperoleh dan memaknai pengetahuan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana transformasi keagamaan serta perubahan interaksi sosial keagamaan mahasiswa Prodi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi melalui penggunaan ChatGPT. Fokus penelitian ini tidak hanya melihat pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai bentuk interaksi sosial baru antara manusia dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa dari berbagai angkatan serta satu orang dosen Prodi Sosiologi Agama. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT telah menggeser pola pencarian pengetahuan keagamaan mahasiswa. Jika sebelumnya mahasiswa lebih banyak bertanya kepada dosen, ustadz, atau forum kajian, kini ChatGPT menjadi alternatif utama karena dinilai praktis, cepat, dan mudah diakses. Transformasi ini juga memengaruhi interaksi sosial keagamaan, di mana mahasiswa tidak hanya berinteraksi dengan manusia, tetapi juga membangun relasi dialogis dengan teknologi. Namun demikian, penggunaan ChatGPT juga memiliki keterbatasan, terutama terkait validitas sumber dan kedalaman pemahaman keilmuan. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara agen (mahasiswa) dan struktur (teknologi AI), sebagaimana dijelaskan dalam teori strukturasi Anthony Giddens, yang membentuk praktik sosial keagamaan baru di era digital.
Copyrights © 2026