Pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas utama dalam sistem kesehatan, yang memerlukan pembiayaan yang efisien dan berkelanjutan. Dalam implementasinya, rumah sakit menggunakan perhitungan unit cost sebagai dasar untuk mengetahui perhitungan unit cost sebagai dasar untuk mengetahui biaya riil pelayanan, sementara pemerintah menetapkan tarif melalui sistem Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs). Perbedaan antara unit cost dan tarif INA-CBGs sering menjadi permasalahan yang berdampak pada efisiensi pembiayaan dan keberlanjutan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan antara unit cost rumah sakit dan tarif INA-CBGs pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026. Analisis difokuskan pada kesesuaian biaya riil dengan tarif yang ditetapkan serta implikasinya terhadap kinerja rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, unit cost pelayanan kesehatan ibu dan anak lebih tinggi dibandingkan tarif INA-CBGs, sehingga menyebabkan sebagian rumah sakit memiliki Cost Recovery Rate (CRR) di bawah 100%. Kondisi ini berdampak pada kinerja operasional dan keuangan rumah sakit. Selain itu, diperlukan strategi penyesuaian tarif berbasis biaya riil serta penguatan sistem costing melalui tahapan yang sistematis. Kesimpulannya, penyesuaian tarif INA-CBGs dan peningkatan efisiensi rumah sakit menjadi kunci dalam mencapai keseimbangan antara biaya riil dan pembiayaan layanan kesehatan.
Copyrights © 2026