Luka bakar derajat dua merupakan cedera jaringan yang melibatkan epidermis dan sebagian dermis, sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat penyembuhan serta mencegah komplikasi seperti infeksi. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terapi semakin berkembang, salah satunya daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun patikan kebo dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat dua pada kelinci. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak 100%, serta tiga kelompok formulasi gel (Formulasi I, II, dan III). Parameter yang diamati meliputi diameter luka pada hari ke-1, 3, 6, 9, 12, dan 15 serta persentase kesembuhan luka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok mengalami penurunan diameter luka seiring waktu, dengan tingkat penyembuhan yang berbeda. Kelompok kontrol positif menunjukkan penyembuhan tercepat dengan persentase kesembuhan 100% pada hari ke-15. Formulasi III menunjukkan efektivitas tertinggi di antara kelompok perlakuan dengan persentase kesembuhan 90% dan diameter luka 0,1 cm, mendekati kontrol positif. Sementara itu, Formulasi II, Formulasi I, ekstrak 100%, dan kontrol negatif masing-masing menunjukkan penyembuhan sebesar 80%, 70%, 65%, dan 50%.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol daun patikan kebo, khususnya Formulasi III, efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat dua. Sediaan gel juga terbukti lebih optimal dibandingkan ekstrak murni dan berpotensi dikembangkan sebagai terapi topikal berbasis bahan alam.
Copyrights © 2026