Diare merupakan masalah kesehatan utama yang sering disebabkan oleh kontaminasi makanan dengan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontaminasi Escherichia coli pada kecap yang digunakan untuk jajanan cilok yang dijual di area kampus Jember. Sebanyak 10 sampel kecap dari pedagang kaki lima di lima lokasi berbeda diuji menggunakan metode Compact Dry EC, yaitu media selektif untuk mendeteksi Escherichia coli. Sampel kecap diencerkan dengan larutan NaCl 0,85% sebelum dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 10 sampel terkontaminasi Escherichia coli, dengan jumlah koloni berkisar antara 1 hingga 63 CFU/gram. Berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023, jumlah koloni Escherichia coli dalam pangan tidak boleh melebihi batas maksimum yang diizinkan, yaitu 0 CFU/gram. Kontaminasi tersebut disebabkan oleh kebersihan botol yang buruk, paparan lingkungan seperti debu dan lalat, serta penggunaan kecap isi ulang berkualitas rendah. Hanya 50% sampel yang memenuhi standar yang dipersyaratkan. Penelitian ini menekankan pentingnya praktik higienis di kalangan pedagang untuk menjamin keamanan pangan. Selain itu, penggunaan Compact Dry EC terbukti efektif untuk deteksi kontaminasi mikrobiologi secara cepat dan praktis.
Copyrights © 2026