Dinamika politik di era digital dipengaruhi oleh transparansi informasi dan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara, terutama di wilayah strategis seperti Bogor. Penelitian ini mengkaji pengaruh transparansi informasi dan kepercayaan institusi terhadap partisipasi politik warga Bogor, baik secara konvensional maupun digital, dengan mengacu pada Relationship Management Theory dan konsep Critical Citizens. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan dari 404 responden melalui survei dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi informasi berkontribusi positif dan signifikan terhadap partisipasi politik. Kepercayaan institusi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap partisipasi konvensional (β = −0,222; p < 0,05), mengindikasikan fenomena critical citizens di mana rendahnya kepercayaan justru memicu keterlibatan warga yang lebih aktif. Kepercayaan institusi tidak terbukti memediasi hubungan antara transparansi dan partisipasi. Studi ini memberikan kontribusi empiris bahwa di wilayah urban dengan literasi digital tinggi, informasi transparan berfungsi sebagai pemicu langsung tindakan politik mandiri, melewati jalur kepercayaan institusional.
Copyrights © 2026