Penelitian ini dilandasi oleh kesadaran bahwa pegawai merupakan inti dari keberlangsungan organisasi, dan motivasi kerja mereka tidak hanya lahir dari kewajiban, tetapi juga dari ruang belajar, kesempatan berkembang, dan rasa dihargai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan pengembangan karir terhadap motivasi kerja pegawai pada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 54 pegawai yang menjadi responden, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda melalui SPSS Statistics 25. Variabel penelitian meliputi pelatihan dan pengembangan karir sebagai variabel independen, serta motivasi kerja sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, menegaskan bahwa proses pembelajaran yang terarah mampu meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, serta semangat pegawai dalam menjalankan tugas. Pengembangan karir juga berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa adanya kejelasan arah karir, kesempatan promosi, dan dukungan organisasi mampu menumbuhkan rasa memiliki, komitmen, serta keinginan pegawai untuk memberikan kontribusi terbaik. Secara simultan, pelatihan dan pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, yang berarti keduanya menjadi faktor penting dalam membangun lingkungan kerja yang mendorong pegawai bekerja dengan lebih bermakna, bertanggung jawab, dan berorientasi pada tujuan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya investasi berkelanjutan pada peningkatan kompetensi dan jenjang karir pegawai agar organisasi mampu menciptakan suasana kerja yang mendukung, memotivasi, dan memberdayakan setiap individu secara manusiawi.
Copyrights © 2026