Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti strok dan gagal ginjal sehingga memerlukan penanganan terapi obat yang tepat dan terkontrol. Meskipun Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Jamanis telah dilaksanakan untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup pasien, masih terdapat kendala dalam pencapaian target terapi. Salah satu kendala tersebut adalah terjadinya drug-related problems (DRPs) yang dapat menurunkan efektivitas terapi hipertensi. Identifikasi DRPs menjadi penting untuk memastikan terapi berjalan optimal dan mencegah komplikasi lanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi DRPs pada pasien Prolanis hipertensi di Puskesmas Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang, menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien pada bulan November dan Desember 2024. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, serta meliputi data demografi pasien, penggunaan obat, dan data klinis. Data diskrining dan dikategorikan menggunakan standar Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.00, fokus pada domain masalah (P1) dan penyebab (C1-C3). Pengolahan data dilakukan menggunakan uji t, uji chi-square, dan uji regresi linear logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi obat yang tidak optimal (P1.2) merupakan kategori DRPs yang paling dominan dan menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap ketercapaian target tekanan darah pasien (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas terapi obat masih menjadi tantangan dalam pengelolaan pasien hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi tenaga kefarmasian dalam mengidentifikasi dan mengatasi DRPs guna meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026