Wildan, Muhammad Maulana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Pasien dan Penggunaan Obat Hipertensi di Beberapa Sarana Kesehatan Wildan, Muhammad Maulana; Rahayuningsih, Nur; Salasanti, Citra Dewi
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2025.v14i3.59824

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang serius, dengan prevalensi tinggi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penting untuk memahami karakteristik demografis pasien serta penggunaan obat antihipertensi yang tepat alam upaya untuk mengelola hipertensi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien hipertensi dan penggunaan obat di Indonesia berdasarkan tinjauan literatur yang ada. Literatur yang dianalisis dipilih melalui pencarian sistematis menggunakan database Google Scholar dengan kata kunci “drug-related problems (DRPs)” dan “hipertensi”, menggunakan operator Boolean “AND” untuk mempersempit hasil pencarian. Artikel yang ditinjau memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian observasional dan artikel asli yang diterbitkan dalam rentang tahun 2014–2024. Dari 23 artikel yang ditemukan, sebanyak 16 artikel dipilih untuk dianalisis menggunakan pendekatan simplified approach guna mengidentifikasi tren penggunaan obat antihipertensi dan permasalahan terkait terapi. Penelitian ini menemukan bahwa amlodipin adalah obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan, dengan prevalensi tinggi di berbagai lokasi. Mayoritas pasien hipertensi adalah perempuan, terutama di atas usia 60 tahun, yang menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kelompok ini. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya potensi masalah terkait obat DRPs yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien terhadap terapi. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun amlodipin efektif sebagai terapi utama, perhatian terhadap karakteristik pasien dan masalah terkait obat sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan dan mencegah komplikasi jangka panjang. Rekomendasi berbasis bukti diperlukan untuk strategi pengelolaan hipertensi yang lebih efektif di masa depan.
Identifikasi Drug-Related Problems (DRPs) pada Pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis Hipertensi di Puskesmas Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya Wildan, Muhammad Maulana; Rahayuningsih, Nur; Salasanti, Citra Dewi
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2026.v15i1.64421

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti strok dan gagal ginjal sehingga memerlukan penanganan terapi obat yang tepat dan terkontrol. Meskipun Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Jamanis telah dilaksanakan untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup pasien, masih terdapat kendala dalam pencapaian target terapi. Salah satu kendala tersebut adalah terjadinya drug-related problems (DRPs) yang dapat menurunkan efektivitas terapi hipertensi. Identifikasi DRPs menjadi penting untuk memastikan terapi berjalan optimal dan mencegah komplikasi lanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi DRPs pada pasien Prolanis hipertensi di Puskesmas Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang, menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien pada bulan November dan Desember 2024. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, serta meliputi data demografi pasien, penggunaan obat, dan data klinis. Data diskrining dan dikategorikan menggunakan standar Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.00, fokus pada domain masalah (P1) dan penyebab (C1-C3). Pengolahan data dilakukan menggunakan uji t, uji chi-square, dan uji regresi linear logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi obat yang tidak optimal (P1.2) merupakan kategori DRPs yang paling dominan dan menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap ketercapaian target tekanan darah pasien (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas terapi obat masih menjadi tantangan dalam pengelolaan pasien hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi tenaga kefarmasian dalam mengidentifikasi dan mengatasi DRPs guna meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien.