Penelitian ini mengkaji representasi kesantunan berbahasa dalam dinamika komunikasi instruksional antara guru dan siswa di jenjang sekolah dasar. Mengingat pentingnya iklim pembelajaran yang humanis, kesantunan bertutur hadir sebagai instrumen kunci untuk menjamin efektivitas transfer pengetahuan. Melalui metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini membedah berbagai literatur ilmiah, jurnal, dan referensi relevan menggunakan teknik analisis isi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manifestasi kesantunan guru di sekolah dasar terwujud melalui tiga pola strategis, yakni: (1) internalisasi penanda kesantunan (politeness markers) dalam perintah, (2) optimalisasi kesantunan positif untuk membangun kedekatan emosional, serta (3) penerapan strategi penyelamatan muka (face-saving) melalui penggunaan eufemisme saat mengoreksi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi yang santun bertindak sebagai kurikulum tersembunyi yang vital dalam menginternalisasi nilai karakter, empati, dan kecerdasan emosional siswa sejak tahap pendidikan awal. Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Komunikasi Instruksional, Sekolah Dasar, Strategi Kesantunan.
Copyrights © 2026