Potensi inovasi ditingkat daerah memerlukan wadah internatonal agar dapat di kenal dan memberikan dampak yang lebih luas, salah satu wadah yang memberikan penghargaan kepada inovasi-inovasi di tingkat daerah adalah kompetisi Guangzhou Award for Urban Innovation. Namun inovator lokal kerap terkendala saat menghadapi administratif, keterbatasan pemahaman terhadap indikator pembangunan global, serta kesulitan teknis dalam menyusun bukti dukung dan menerjemahkan narasi proposal ke dalam bahasa asing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program PKL ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran BRIDA Kota Mataram sebagai fasilitator melalui layanan pendampingan administrasi dan kurasi karya inovasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terbagi kedalam tiga tahapan utama yaitu persiapan, pelaksanaan dan bimbingan teknis melliputi evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan kelima inovator delegasi Kota Mataram mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai standar kompetisi dunia. Intervensi tim pengabdi sukses memfasilitasi translasi dokumen dan kelancaran proses pemberkasan hingga tahap pengunggahan keportal resmi. Sinergi ini membuktikan bahwa layanan fasilitasi birokrasi yang proaktif mampu menjembatani karya inovasi lokal untuk meraih panggung international.
Copyrights © 2026